Pemecahan Masalah dengan Tree Diagram atau Diagram Pohon

Adakalanya suatu sasaran improvement membutuhkan rincian  lengkap tentang bagaimana jalur dan tugas-tugas yang perlu dilakukan untuk mencapai sasaran tersebut. Dalam tujuh alat perencanan manajemen (7 management and planning tools) atau 7 New Quality Tools  terdapat diagram yang dapat mengungkap secara sederhana tentang besarnya suatu masalah serta mengurai apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pemecahan masalah […]

Read more "Pemecahan Masalah dengan Tree Diagram atau Diagram Pohon"

Membuat Diagram Keterkaitan Masalah atau Interrelationship Diagram

Interrelationship diagram atau diagram keterkaitan masalah adalah salah satu dari tujuh alat perencanan manajemen (7 management and planning tools) atau 7 New Quality Tools yang dipopulerkan dalam literatur manajemen kualitas Jepang. Jika dibandingkan alat-alat lainnya,   interrelationship diagram jarang digunakan. Namun, dalam situasi yang cukup rumit, alat ini merupakan sarana yang kuat  untuk memaksa team memetakan interaksi […]

Read more "Membuat Diagram Keterkaitan Masalah atau Interrelationship Diagram"

Curah Pendapat dengan Affinity Diagram – Metode Kawakita Jiro atau KJ Method

Curah pendapat atau brainstorming adalah mekanisme yang biasa digunakan oleh sebuah organisasi untuk mengumpulkan  berbagai masalah. Melalui mekanisme ini, organisasi dapat mempertimbangkan berbagai masukan dari setiap  anggota organisasi untuk memecahkan sebuah masalah dan menyusun strategi pelaksanaan pemecahan masalah tersebut. Saat ini terdapat berbagai metode untuk menganalisis dan mengelompokkan masukan-masukan tersebut agar dapat dimanfaatkan secara efisien. […]

Read more "Curah Pendapat dengan Affinity Diagram – Metode Kawakita Jiro atau KJ Method"

Scatter Diagram dan Hubungannya dengan Prinsip Stratifikasi

Kali ini saya ingin membahas prinsip penting stratifikasi (stratification) dalam kaitannya dengan diagram fishbone dan diagram Pareto. Stratifikasi dalam istilah statistik merupakan pembedaan/penggolongan data ke dalam beberapa lapis/kelompok (strata) berdasarkan sumber atau kondisinya sehingga kita dapat melihat polanya. Dengan pola yang ada, kita dapat mengestimasi efektivitas hubungan/ korelasi sebab-akibat (causality) sehingga dapat menentukan metode-metode penanganan […]

Read more "Scatter Diagram dan Hubungannya dengan Prinsip Stratifikasi"

Fishbone Diagram dan Langkah-Langkah Pembuatannya

Fishbone diagram (diagram tulang ikan — karena bentuknya seperti tulang ikan) sering juga disebut Cause-and-Effect Diagram atau Ishikawa Diagram diperkenalkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa, seorang ahli pengendalian kualitas dari Jepang, sebagai satu dari tujuh alat kualitas dasar (7 basic quality tools). Fishbone diagram digunakan ketika kita ingin mengidentifikasi kemungkinan penyebab masalah dan terutama ketika sebuah […]

Read more "Fishbone Diagram dan Langkah-Langkah Pembuatannya"

What Is Linear Programming? A Simple Case Study from a Shoe Manufacturer

Have you ever wondered how businesses decide the best way to increase profits or reduce costs? It’s a question that economists have been trying to answer for centuries. As early as the time of Adam Smith and Cournot, economic theory focused on solving maximization and minimization problems—a concept that remains crucial in both modern business […]

Read more "What Is Linear Programming? A Simple Case Study from a Shoe Manufacturer"

Check Sheet dan Fungsinya dalam Pengendalian Kualitas

Ketika saya membutuhkan bantuan team untuk menghitung jumlah mesin di seluruh lokasi, saya terlebih dahulu membuat sebuah form isi yang biasa disebut check sheet (lembar periksa). Tujuannya agar teman-teman saya bergerak terarah, sistematis, dan teratur untuk mengambil data sesuai yang saya inginkan, tanpa saya harus banyak bicara.

Read more "Check Sheet dan Fungsinya dalam Pengendalian Kualitas"

Catatan Industrial Engineer III: Novus Ordo Seclorum

Di sini pabrik sudah seperti mall. Memasuki gerbang, anda akan berhadapan dengan gedung lebar berlantai tiga. Ini gedung perkantoran. Didominasi dinding-dinding kaca dan warna putih metalik pada tiang-tiang penyangganya, lengkap dengan taman dan air mancur didepannya. Dibagian belakang, gedung ini mengekspos tangga-tangga, terutama empat jembatan yang menghubungkannya dengan dua gedung produksi utama berlantai dua. Nampaknya […]

Read more "Catatan Industrial Engineer III: Novus Ordo Seclorum"

Catatan Industrial Engineer II: Perihal Mata Kuliah Tidak Penting

Selepas lonceng pabrik berdentang, aku dan anggota staff lainnya sudah duduk di depan layar komputer. Ada yang melanjutkan pekerjaan yang tertunda kemarin sore, ada yang membuka email, dan ada yang mereview pekerjaan. Beberapa meter disebelah kiriku terdapat ruangan kecil yang tembus pandang. Di sana terlihat Si Boss sedang mengumpulkan beberapa seniorku. Entah apa yang mereka […]

Read more "Catatan Industrial Engineer II: Perihal Mata Kuliah Tidak Penting"

Catatan Industrial Engineer I: Awal Masa Training

Mulai 10 Mei 2010, aku harus terbiasa bangun tidur setiap jam 3.30 pagi (lebih tepatnya jam 4 pagi; 30 menit untuk “allowance”!). Biasanya pada jam ini, orang tuaku baru pulang belanja dari Pasar Serpong. Aku bangun tidur bukan untuk membantu merapihkan belanjaan. Kali ini, aku harus bangun tidur sepagi buta itu karena aku punya pekerjaan […]

Read more "Catatan Industrial Engineer I: Awal Masa Training"